This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 28 Februari 2014

Program C++ Untuk Menghitung Bilangan Fibonacci

Berikut adalah contoh program untuk menentukan bilangan fibonnaci.

#include<iostream>
using namespace std;
int fibonacci(int n)
{
if(n==1)
return(0);
else if(n==2)
return(1);
else
return (fibonacci(n-1)+fibonacci(n-2));
}

int main()
{
int n;
cout<<"\nBerapa jumlah bilangan fibonacci yang ingin anda tampilkan: ";cin>>n;
for(int i=1;i<=n;i++)
cout<<fibonacci(i)<<" ";
cout<<endl;
}

Penjelasan:
Program sederhana diatas menggunakan fungsi rekursif untuk menampilkan bilangan fibonacci.
Baris pertama dan kedua adalah statements yang paling sering kita tuliskan. Yang pertama untuk mengikutsertakan library iostream "#include<iostream>". Baris yang kedua adalah untuk menggunakan namespace std. Untuk lebih jelasnya, silahkan cari dengan mbah google dengan keywords c++, namespace,  std, preprocessor.

Di baris ke 3 sampai 11 terletak implementasi dari algoritma bilangan fibonacci. Pada baris ini kita definisikan fungsi dengan nama "fibonacci" yang memiliki return value integer dan parameter (int n). Contoh bilangan fibonacci adalah:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8... (bilangan berikutnya adalah penjumlahan dari 2 bilangan sebelumnya)

int fibonacci(int n)
{
if(n==1)
return(0);
else if(n==2)
return(1);
else
return (fibonacci(n-1)+fibonacci(n-2));
}



Pada fungsi diatas kita menggunakan pemeriksaan beruntun dengan "if statement".
Jika n adalah 1, maka return valuenya adalah bilangan pertama fibonacci (0).
Jika n adalah 2, maka return valuenya adalah bilangan kedua finonacci (1).
Bilangan pertama dan kedua harus ditentukan agar algoritma ini berjalan.
Jika bukan bilangan pertama atau bilangan kedua, maka return valuenya adalah penjumlahan fungsi rekursif fibonacci dengan parameter bilangan sebelumnya dan bilangan sebelum-sebelumnya ( n-1 dan n-2).

Menghitung Kombinasi(nCr) dan Permutasi(nPr) C++

#include <iostream.h>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{
int n,r;
long int fak(long int x);
long int kombinasi (long int n, int r);
long int permutasi (long int n, int r);
char ulang;
do
{
clrscr();
cout<<endl;
cout<<” Program Menghitung Kombinasi(nCr) dan Permutasi(nPr)”<<endl;
cout<<” ====================================================”<<endl;
cout<<” Masukkan Nilai n : “; cin>>n;
cout<<” Masukkan Nilai r : “; cin>>r;
cout<<endl;
kombinasi(n,r);
permutasi(n,r);
cout<<endl ;
cout<<” Program diullangi lagi (y/n)??”;cin>>ulang;
}while(ulang == ‘y’);
}
getch();
long int fak (long int n)
{
int f;
if (n<=1)
{    f=1;    }
else
{    f=n*fak(n-1);    }
return (f);
}
long int kombinasi (long int n, int r)
{
int Prts;
if (n>r){
Prts = fak(n)/(fak(n-r)*fak (r));
printf(” Kombinasinya(nCr) adalah: %d”,Prts);}
else if (n<r){
cout<<”data tak valid”;}
cout<<endl;
return(Prts);
}
long int permutasi (long int n, int r)
{
int Prts;
if (n>r){
Prts = fak (n)/fak(n-r);
printf(” Permutasinya(nPr) adalah: %d”,Prts);}
else if (n<r){
cout<<”data tak valid”;}
cout<<endl;
return(Prts);
}

Menghitung Jumlah Huruf Vokal dengan C++

Haduhhhhhh…. :( .. koq praktikannya pada susah bikin program sesederhana ini(Program untuk menghitung huruf vokal dalam String). Ya sudah saya coba berikan contoh programnya :
01.#include <cstdlib>
02.#include <iostream>
03.#include<string>
04. 
05.using namespace std;
06.int jumlahVokal(char []);
07. 
08.int main()
09.{
10.char kata[]="universitas ahmad dahlan";
11. 
12.cout << "Jumlah Huruf Vokal = " << jumlahVokal(kata) << endl;
13.system("PAUSE");
14.return 0;
15.}
16. 
17.int jumlahVokal(char kata[]){
18.int jumlah_vokal = 0;
19.for(int i = 0;i<=strlen(kata);i++){
20.if(kata[i]=='a' || kata[i]=='i' ||
21.kata[i]=='u'|| kata[i]=='e' || kata[i]=='o'){
22.jumlah_vokal = jumlah_vokal + 1;
23.}
24.}
25.return jumlah_vokal;
26.}
Nah kalo string yang akan dihitung jumlah huruf vokalnya adalah “universitas ahmad dahlan”, maka dalam fungsi jumlahVokal terdapat algoritma untuk menghitung jumlah huruf vokal dengan cara membandingkan nilai setiap index dengan huruf (a,i,u,e, dan o).

Buatlah program untuk mencari bilangan prima dengan C++

class prima{
int value;
int state;
//fungsi kamu yang sudah
int isprime(long n){
int pstate = 1; //status prima ; 0 bukan prima; 1 prima
for (int i=2; (i<n) && pstate; i++)
{
if (n%i==0) {i=n+1; pstate=0;}
}
return pstate;
}
public:
prima():value(0){};
prima(const int& a):value(x){}
prima(const prima& a){value = a.value;}
protected:
friend ostream& operator << (ostream& o, const prima& a){
value = a.value;
state = isprime(value);
o << (state ? "BUKAN PRIMA" : "PRIMA");
return o;
}
};

void main(){
prima bilangan;
bilangan = 17;
cout << bilangan << endl;
}

Program Pembalik Kata, C++

Tugas kampus lagi… kali ini bikin program pembalik kata. Contoh KATAK jadi KATAK, eh… misal KURSI jadi ISRUK. Gak sampe bikin palindrome sih, cuman di balik. Untuk tugas yang diberikan pak Arif, kita mesti menggunakan IDE stdio.h. Padahal klo kalian cari-cari di internet ketemunya cuman contoh program yang make IDE atau file header iostream.h . Dsini kita back to basic. Yang udah bisa silahkan skip. Pertama tama.. kita harus tw dulu logika nya. Bukan asal buat, asal contek. Berikut Flow chart nya :

Berikut Code nya
#include<stdio.h>
#include<string.h>

char a[100];                              //varible a dengan input maksimum 100 karakter
int b,c;
void main()
{
printf(“masukkan kata = “);
gets(a);                                     //input ke variable a
b=strlen(a);                              //mencari jumlah kata
printf(“balikkan kata = “);
for(c=b;c>=1;c–)                   //perulangan dari jumlah kata
//yang paling akhir ke paling awal
{
char d=a[c-1];                          //ingat bahwa elemen array dimulai dari 0
printf(“%c”,d);
}
}
Berikut penjelasannya :
  • strlen[a] merupakan perintah untuk menghitung panjang string. Contoh : KURSI panjangnya 5. Maka setelah ini kita definisikan ke integer, int b=strlen[a];
  • agar bisa membalik kata, maka kita melakukan perulangan sederhana, dengan parameter bahwa perulangan dimulai dari urutan terbesar dari panjang kata
  • for(c=b;c>=1;c–). Perulangan akan berhenti juga urutan string sampai pada 0 ( INGAT!! panjang string dimulai dari 1 )
  • didalam perulangan, char d=a[c-1]; cetak d. Sebenernya disini kita membuat 1 variable char baru lagi. Didalam elemen a kita gunakan elemen [c-1]. Karena elemen pada array dimulai dari 0, sedangkan panjang string dimulai dari 1. Maka ketika panjang string 3 maka dia akan mencetak elemen dari a yang ke 2.
Sebenarnya, ada 1 cara lagi yang sangat mudah untuk membuat program pembalik kata ini. Kita bisa melakukannya dengan perintah strrev[ ], yang fungsinya membalik isi string. Perintah ini terdapat dalam file header CTYPE.H, maka dibagian header harus dituliskan #include<ctype.h> Jika diterapkan kedalam bentuk code nya maka seperti ini :
#include<stdio.h>
#include<string.h>
#include<ctype.h>

char a[100];
int b,c;
void main()
{
printf(“masukkan kata = “);
gets(a);
strrev(a);
printf(“balikkan kata = %s”,a);
}

Script Deteksi Resolusi Layar Monitor PHP


Sekian lamaaa.... aku menunggu... untuk kedatanganmuuu… :D ~  Itu kata bang Ridho Rhoma di lagu yang judulnya Menunggu.:D~. Mohon maaf, lagi-lagi penulis terlambat untuk mempublish artikel terbaru. Seperti biasa, alasan penulis adalah karena banyaknya kesibukan yang merupakan tuntutan kehidupan, penulis juga manusia. :D Mohon maaf.

Ya, baru-baru ini penulis mendapatkan sebuah kasus, seorang staff pada sebuah instansi bertanya kepada penulis, bagaimana caranya mencocokan tampilan website dengan resolusi layar monitor user. Tampilan website yang dibuka menggunakan PDA, Handphone, laptop, maupun PC itu berbeda satu sama lain. Bagaimana membuat tampilan website yang dibuka menggunakan handphone atau mobile tidak selebar ketika seorang user membukanya dengan menggunakan PC, ataupun laptop? Ya semua itu akan dibahas disini. Penulis coba jelaskan serinci mungkin.
Dalam tutorial php kali ini penulis akan memberikan sebuah contoh kasus, yakni tampilan website yang dibuka dengan laptop beresolusi 1280x800 px, berbeda dengan tampilan website ketika dibuka dengan menggunakan PC bersolusi 1024x768 px. Tampilan website yang dibuka dengan laptop beresolusi 1280x800 px sedikit lebih lebar, menyesuaikan resolusi yang ada.
Berikut adalah tampilan website ketika dibuka dengan Laptop beresolusi 1280x800 px.
Script Deteksi Resolusi Layar Monitor tutorial php web 
desain grafis
Dan tampilan website ketika dibuka dengan PC beresolusi 1024x768 px.
Script Deteksi Resolusi Layar Monitor tutorial php web 
desain grafis
Tampilan website yang dibuka dengan laptop beresolusi 1280x800 px sedikit lebih lebar diakibatkan dari script deteksi resolusi layar monitor.
Ya, berikut adalah source code inti dari script deteksi resolusi layar monitor :
<?
session_start();
if (isset($_REQUEST['r']))
{
header("location: res.php");
}
echo "<html><head>";
if(!isset($_SESSION['lebarlayar']))
{
echo "><script language="JavaScript">
<!--
document.location="$PHP_SELF?r=1&width="+screen.width+"&Height="+screen.height;
//-->
</script>";
            
if(isset($_GET['width']) && isset($_GET['Height']))
{
$_SESSION['lebarlayar']  = $_GET['width'];
$_SESSION['tinggilayar'] = $_GET['Height'];
}
}
 
else if (isset($_SESSION['lebarlayar']) && isset($_SESSION['tinggilayar']))
{
if ( $_SESSION['lebarlayar'] == 1024 && $_SESSION['tinggilayar'] == 768 )
{
echo "<link rel='stylesheet' type='text/css' href='./templates/template.1024x768.css'/>";
}
else if ( $_SESSION['lebarlayar'] == 1280 && $_SESSION['tinggilayar'] == 800 )
{
echo "<link rel='stylesheet' type='text/css' href='./templates/template.1280x800.css'/>";
}
}
    
else
{
echo "<html><head><script language="JavaScript">
<!--
document.location="$PHP_SELF?r=1&width="+screen.width+"&Height="+screen.height;
//-->
</script>";
}
?>
Sebelum penulis jelaskan baris demi baris source code di atas, perlu diketahui cara kerja script ini adalah sebagai berikut :
Script ini menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh javascript dalam mengecek resolusi browser, disini sebetulnya script deteksi resolusi layar monitor ini tidak secara langsung mengecek screen resolution milik sistem operasi yang ada, melainkan script deteksi resolusi layar monitor ini memanfaatkan fasilitas dari java script. Fasilitas tersebut adalah screen.width, dan screen.height. Fasilitas ini dimanfaatkan dengan cara meredirect browser menuju satu url dimana didalam url tersebut terdapat isi dari nilai screen.width.
Syntax javascriptnya seperti ini :
document.location="$PHP_SELF?r=1&width="+screen.width+"&Height="+screen.height;
maka, hasil dari urlnya akan menjadi seperti ini
http://localhost/index.php?r=1&width=1024&Height=768;
kemudian, nilai dari resolusi layar tersebut diambil dan dijadikan ke dalam variable berikut :
$_GET['width'] dan $_GET['height']
Setelah itu variable global $_GET tersebut  diregistrasikan sebagai session untuk dapat diakses diseluruh halaman. Penulis sarankan anda mengimplementasikannya dengan menggunakan cookie, karena session memiliki keterbatasan waktu, defaultnya hanya 15 menit, bergantung dari konfigurasi php.ini masing webhosting, berbeda halnya jika anda memiliki otoritas penuh untuk merubah php.ini seperti pada localhost. Dengan menggunakan cookie anda dapat mensetting waktu deteksi resolusi layar monitor jadi lebih lama, bahkan anda dapat menyetelnya sangat lama sekali. Namun, dalam tutorial kali ini, penulis hanya menjelaskan implementasi deteksi resolusi layar monitor menggunakan session saja....
Perhatikan barisan source code berikut :
Jika session yang menangani lebar layar belum di registrasikan ...
if(!isset($_SESSION['lebarlayar']))
{
maka lakukan redirect browser si user menuju url yang didalamnya telah terdapat  2 buah variable yang nilai kedua variable itu telah di isi screen.width dan screen.height
echo "><script language="JavaScript">
<!--
document.location="$PHP_SELF?r=1&width="+screen.width+"&Height="+screen.height;
//-->
</script>";
Statement intinya sebetulnya hanya :
document.location="$PHP_SELF?r=1&width="+screen.width+"&Height="+screen.height;
yang jika dijalankan dilocalhost, maka akan menghasilkan :
http://localhost/index.php?r=1&width=1024&Height=768;
kemudian ambil nilai ke dua variable dalam url tersebut menggunakan $_GET.
if(isset($_GET['width']) && isset($_GET['Height']))
{
Registrasikan variable-variable tersebut sebagai session agar dapat diakses di seluruh halaman website (di sini anda dapat menggunakan cookie)
$_SESSION['lebarlayar']  = $_GET['width'];
$_SESSION['tinggilayar'] = $_GET['Height'];
}
}
Kemudian perhatikan kembali barisan berikutnya :
Jika session dari lebarlayar, dan tinggilayar telah diregistrasikan,
else if (isset($_SESSION['lebarlayar']) && isset($_SESSION['tinggilayar']))
{
Dan jika lebarlayar yang dihasilkan oleh screenwidth itu adalah 1024, dan tinggilayar yang dihasilkan oleh screen.height itu adalah 768,
if ( $_SESSION['lebarlayar'] == 1024 && $_SESSION['tinggilayar'] == 768 )
{
Jadikan ./templates/template.1024x768.css sebagai tampilannya,
echo "<link rel='stylesheet' type='text/css' href='./templates/template.1024x768.css'/>";
}
Begitu juga jika lebarlayar yang dihasilkan oleh screenwidth itu adalah 1280px, dan tinggilayar yang dihasilkan oleh screen.height itu adalah 800px,
else if ( $_SESSION['lebarlayar'] == 1280 && $_SESSION['tinggilayar'] == 800 )
{
Maka jadikan ./templates/template.1280x800.css sebagai tampilannya,
echo "<link rel='stylesheet' type='text/css' href='./templates/template.1280x800.css'/>";
}
Tentunya banyak sekali perbedaan, anda bukan hanya dapat mengganti templatenya saja melainkan keseluruhan tampilan website, baik itu bentuk form, ataupun banner, dalam bentuk css yang table less maupun table sekalipun. Dan terakhir lihat di paling atas source code tersebut :
Sebetulnya barisan code ini hanya berfungsi untuk menangani redirect browser, agar url website disetiap halaman tidak kotor. Karena script deteksi resolusi layar monitor ini akan selalu memiliki url seperti :
http://localhost/index.php?r=1&width=1024&Height=768;
Oleh karena itu untuk penanganannya adalah menggunakan barisan code dibawah ini :
if (isset($_REQUEST['r']))
{
header("location: res.php");
}
Ya, penulis rasa cukup jelas ya. Selanjutnya penulis akan bawakan penggunaan cookie dalam script deteksi resolusi layar monitor dan tentunya implementasinya dibuat agak sedikit kompleks. Source code tersebut dapat didownload di sini ...
download script deteksi resolusi layar monitor
Untuk melihat hasil dari script tersebut ...
http://www.kmmpt.com/zineilmuwebsite/tutorial/deteksi/res-detect.php
Selamat mencicipi. 

Sistem Komputer

Sistem komputer adalah elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktifitas dengan komputer .
hardware tidak berarti apa apa tanpa software dan brainware .
karena berkembangnya teknologi adanya perangkat tambahan yaitu
1.  mouse untuk menjalankan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia
2. modem untuk mengubah data digital ke bentuk voice
3.  sound card untuk membangkitkan suara
4.  kartu penerima televisi
5. kartu penerima radio
6. eternet card
7.  priter
8. alat penerjemah gambar
makna sistem komputer
sama-sama kita ketahui bahwa teknologi sekarang makin berkembang

Perakitan Komputer

Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang timbul yaitu meliputi penentuan:
1.Konfigurasi Komputer
2.Persiapan komponen dan perlengkapan
3.Pengaman
Peraturan konfiguasi komputer
Konfigurasi komputer berkaitan dengan penentuan jenis komponen dan fitur dan komputer,serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keionginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenisprosesor,motherboard,lalu komponen lainya.Faktor kesesuaian atau kontabilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosesor,modul memory,port,dan I/O bus yang berbeda-beda.
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari
1.Penyiapan motherboard
2.memasang prosesor
3.memasang head sink
4.memasang modul memory
5.memasang motherboard pada cxasing
6.memasang power supply
7.memasang kabel motherboard dan casing
8.memasang drive
9.memasang card adapter
10.penyelesaian akhir

Setting BIOS

PENDAHULUAN
BIOS (Besic Input Output System) adalah program yang berfungsi mengatur dan mengkonfigurasikan system computer, yang disimpan dalam sebuah chip Bios.
Chip BIOS yang banyak digunakan yaitu :
1. Award BIOS
2. AMI BIOS
3. PHOENIX
Langkah- langkah mengatur (seting BIOS)
A.Langkah-langkah masuk ke Bios
1. Hidupkan Komputer
2. Tekan Tombol Del berulang kali pada saat booting
3. Muncul menu utama BIOS
B.Langkah-langkah seting BIOS
Dari gambar diatas dapat kita lihat menu utama dari Award Bios yang akan kita uraikan satu persatu
1. Standart CMOS Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi standar setup BIOS, seperti mengatur tanggal, jam, harddisk, floppy disk, dan sebagainya.
•Date :
Diisi dengan tanggal, bulan, tahun, saat kita menseting bios.Tekanlah tombol Page Up atau Page Down untuk setiap kali melakukan perubahan setting.
•Time
Diisi dengan waktu (jam, menit dan detik)..
•Harddisk
Berisi spesifikasi Type, Size, Cyls, Head, Landz, dan Sector harddisk. Dan bias juga mengkonfigurasi Mode harddisk sesuai dengan spesifikasi harddisk.
•Drive A, Drive B
Berisi tipe floppy disk drive yang terpasang pada komputer. Settinglah floppy disk drive pada field ini sesuai tipe yang digunakan. Atau, pilihlah “None” jika floppy disk drive tidak dipasang.
•Video
Berisi tipe kartu grafis yang digunakan komputer. Pilihan yang diberikan biasanya “EGA/VGA. Pilihan lain yaitu : CGAA40, CGA80 atau MONO. Pilihlah salah satu type sesuai jenis kartu grafis yang digunakan.
•Halt On
Berisikan perintah yang dilakukan komputer termasuk menentukan waktu komputer berhenti bekerja (halt). Pilihlah “All Errors” sehingga komputer akan berhenti bekerja (halt) ketika terjadi kesalahan pada sistem.
2. BIOS Features Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh BIOS, seperti : mencegah virus, menentukan awal booting, mempercepat booting, dan sebagainya.
•Virus Warning
Berfungsi mendeteksi dan mencegah penyebaran virus. (pilih “disabled”)
•CPU Internal Cache
Berfungsi mengaktifkan dan menonaktifkan (enable/disable) CPU Internal Cache (cache-memory level 1) yang ada pada prosesor sebagai penampung data sementara akan diolah oleh prosesor. (pilih “enabled”)
•External Cache
Berfungsi meningkatkan performa sistem. (pilih “enabled”). Dengan pilihan tersebut sistem akan menggunakan cache memory lain yang ada pada sistem untuk menampung sementara data yang akan diproses oleh prosesor.
•Quick Power On Self Test
Berfungsi memeriksa komponen-komponen komputer pada saat melakukan cold boot. Apabila memilih “disabled”, komputer akan melakukan proses lebih lama, seperti memeriksa memori hingga tiga kali. Pilih “enabled”, agar komputer melakukan proses lebih singkat dan cepat
•Boot Sequence
Berfungsi menentukan urutan proses booting. Pilihlah “C Only”. agar komputer melakukan booting hanya dari harddisk. Jika urutan booting dimulai dari floppy disk drive, ubahlah menjadi “A
•Swap Floppy Drive
Berfungsi menukar posisi drive A dan drive B. Jika memilih “enabled”, drive A akan menjadi drive B, demikian sebaliknya. Apabila komputer hanya memiliki drive A, pilihlah “disabled” sebagai pilihan yang lebih aman.
•Boot Up Floppy Seek
Berfungsi mengetahui jenis track yang digunakan oleh disk drive. Pilih “disabled” untuk mempercepat booting.
•Boot Up Numlock Status
Berfungsi mengaktifkan tombol numlock pada saat komputer boot. Pilih, “on” agar BIOS mengaktifkan fungsi numlock extended At-keyboard pada saat booting. Anda juga dapat memilih “off”.
•Boot Up System Speed
Berfungsi menentukan keadaan komputer pada saat boot up. Pilihlah “high”, agar komputer melakukan proses lebih cepat.
•Security Option
Berfungsi menentukan kapan password akan diaktifkan. Jika memilih “setup”, komputer akan meminta password pada saat BIOS-setup dijalankan. Dan jika memilih “System”, komputer akan meminta password pada setiap kali komputer melakukan booting. Konfigurasilah security option sesuai kebutuhan Anda.
•OS Selector for Dram > 64 MB
Berfungsi menentukan konfigurasi kapasitas memori yang digunakan. Jika menggunakan memori lebih dari 64 MB, pilihlah “OS2″. Jika menggunakan memori lebih kecil dari 64 MB, pilihlah “Non-OS2″.
3. Chipset Feature Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.
4. Power Management Setup
Menu untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi komputer.
•HDD Power Down
Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar harddisk akan dimatikan secara otomatis dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
•VGA Active Monitor
Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan dimatikan secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar monitor terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
5. PNP/PCI Configuration
Menu untuk konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.
6. Integrated Pheriperals
Menu untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.
7. Load Setup Defaults
Menu untuk meningkatkan kinerja komputer secara instant. Apabila komputer berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.
8. Supervisor Password
Menu untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini. melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
9. User Password
Menu untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
10. IDE HDD Auto Detiction
Menu untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.
11. HDD Low Level Format
Menu untuk melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer memiliki BIOS dengan fasilitas ini.
12. Save & Exit Setup
Menu untuk menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.
13. Exit Without Saving
Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.
Ada beberapa cara untuk masuk ke Setup BIOS yaitu diantaranya :
AMI BIOS : Del
AwardBIOS : Ctr1+A1t+E sc
Esc
Del
PhoenixBIOS : Ctrl+Alt+Esc
Ctr1+A1t+F 1
Ctrl+Alt+ S
Ctr1+Alt+Enter
Ctrl +Alt+ F 11
Ctr1+Alt+Ins
Cara Menginstal Komputer
1. Siapkan CD Windows XP dan Serial Number.
2. Siapkan CD Driver Motherboard.
3. Pastikan komputer anda dan sudah disetting untuk booting dari CD ROM, jika
belum siap, silahkan ubah melalui BIOS.
4. Boot komputer anda dan masukkan CD Windows XP.
5. Tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan Press any key to boot from CD di
layar monitor komputer.
6. Tekan Enter atau tombol apa saja.
7. Selanjutnya proses intalasi akan mengecek konfigurasi hardware komputer.
8. Akan muncul tulisan Windows Setup di bagian kiri atas layar yang berwarna
biru.
9. File-file yang ada di CD ROM akan diload ke dalam memori selama proses intalasi ini. Selanjutnya layar Welcome to Setup Windows akan tampil.
10. Tekan Enter untuk menginstall Windows XP. Tekan “R” untuk merepair Windows XP yang sudah pernah diinstall. Tekan “F3” untuk keluar dari proses intalasi.
11. Selanjutnya akan muncul EULA (End User License Aggrement). Silahkan baca dan tekan “F8” jika setuju, atau tekan “ESC” jika tidak setuju dengan isinya.
12. Jika setuju, selanjutnya proses intalasi akan mencari dan membaca partisi harddisk komputer.
13. Akan ditampilkan semua partisi harddisk komputer. Atur partisi harddisk. Untuk menginstall Windows XP, setidaknya butuh 1 buah partisi.
14. Setelah partisi dibuat, langkah selanjutnya adalah menetukan di partisi mana Windows XP akan diinstall (biasanya di partisi C:). Tekan Enter.
15. Selanjutnya akan muncul window yang akan menyatakan bagaimana akan memformat partisi yang tadi.
16. Disarankan untuk memilih NTFS File System.
17. Partisi harddisk komputer akan diformat.
18. Setelah partisi harddisk diformat, dilanjutkan dengan mengcopy semua file yang dibutuhkan ke dalam folder instalasi windows.
19. Setelah semua file sudah tercopy ke folder instalasi window, proses intalasi akan merestart komputer anda.
20. Setelah restart, akan muncul lagi tulisan Press any key to boot from CD. Untuk hal ini, jangan tekan tombol apapun, karena jika kita menekan tombol, kita akan kembali ke proses awal instalasi. Jika tidak menekan tombol apapun, Windows akan tampil di layar secara otomatis.
21. Selanjutnya Windows akan mengcopy file-file ke dalam harddisk komputer.
22. Selama proses itu berlangsung, akan mucul beberapa Window untuk konfigurasi. Yang pertama adalah Regional and Language Options.
23. Click tombol Customize untuk memilih Negara, bahasa dan lainnya. Lalu tekan ok untuk selesainya.
24. Pilih next, kemudian Windows akan menanyakan nama dan organisasi.
25. Jika sudah mengisi nama dan organisasi, tekan tombol Next.
26. Selanjutnya anda akan diminta untuk memasukkan serial number. Isilah dengan serial number yang disediakan.
27. Jika salah memasukkan serial number, maka akan muncul pesan Error dan proses instalasi tidak akan dilanjutkan sampai dimasukkan serial number dengan benar. Jika sudah, tekan Next.
28. Selanjutnya akan muncul tampilan layar Computer dan Administrator Password.
29. Masukkan nama komputer dan password untuk user Administrator. Selanjutnya tekan Next.
30. Kemudian akan muncul layar Date and Time Setting.
31. Masukkan tanggal dan jam dengan benar, kemudian tentukan juga TimeZone. Ket: untuk Jakarta pilih GMT+07.
32. Klick tombol Next.
33. Selanjutnya Windows akan menginstall jaringan (Installing Network) untuk komputer.
34. Anggap komputer mempunyai kartu jaringan, Window Networking Setting akan ditampilkan.
35. Selanjutnya akan muncul window Workgroup or Computer Domain. Jika komputer terhubung dengan sebuah domain, masukkan nama domainnya, atau jika komputer stand alone, pilih radio button yang pertama (yang paling atas). Selanjutnya klick Next.
36. Windows akan kembali melanjutkan proses copy file.
37. Sebentar lagi proses instalasi akan selesai. Masuk ke tahap Finalizing Installation, dimana Windows akan menginstall Start menu icons, meregister component, menyimpan setting dan terakhir membuang semua file temporary yang tadi digunakan.
38. Setelah itu Windows akan merestart komputer lagi.
39. Setelah restart akan muncul lagi tulisan Press Any key to boot from CD. Jangan tekan tombol apapun, karena jika menekan tombol, maka akan kembali ke proses awal instalasi. Jika tidak menekan tombol apapun, Windows akan tampil di layar secara otomatis.
40. Akan terlihat layar logo Windows.
41. Pertama kali Windows diload, Windows akan mengatur resolusi monitor
komputer. Klick ok.
42. Jika setuju dengan perubahan resolusi, klik ok.
43. Windows akan menerima settingan komputer (apply the computer setting). Silahkan tunggu beberapa saat.
44. Tampilan Welcome to Microsoft Windows akan tampil.
45. Klik Next untuk melanjutkan.
46. Selanjutnya aktifkan firewall dan update otomatis.
47. Windows akan mengecek konektifitas internet komputer.
48. Setelah itu Windows akan menanyakan siapa saja yang akan menggunakan komputer tersebut. Masukkan beberapa nama user.
49. Terakhir akan muncul ucapan Thank You dan juga Welcome